Farenzy, Fani Nafianti Putri (2026) Analisis Persediaan Bahan Baku Kursi Anyaman guna Memenuhi Permintaan Produksi (Studi Kasus : PT. Multi Kadera Sejati). (Analysis of Raw Material Inventory for Woven Chairs to Meet Production Demand (Case Study: PT Multi Kadera Sejati)). Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (981kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (459kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 2)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (597kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (390kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (283kB) | Request a copy |
||
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
TURNITIN JURNAL.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (LOA Jurnal)
LOA JURNAL FANI.pdf Download (84kB) | Preview |
|
|
Text (Jurnal)
JURNAL.pdf Download (376kB) | Preview |
Abstract
PT. Multi Kadera Sejati merupakan perusahaan manufaktur furnitur yang memproduksi kursi anyaman berbahan aluminium dan besi dengan sistem Make to Order (MTO). Permasalahan yang terjadi pada perusahaan yaitu keterlambatan pengiriman bahan baku dari supplier, serta belum optimalnya perencanaan kebutuhan bahan baku sehingga target produksi belum dapat terpenuhi secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja supplier, menghitung dampak kerugian akibat target produksi yang tidak tercapai, serta menentukan perencanaan kebutuhan bahan baku yang tepat untuk mendukung kelancaran proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Simple Additive Weighting (SAW), analisis lost sales, peramalan permintaan, Master Production Schedule (MPS), Material Requirement Planning (MRP), serta teknik lot sizing LFL dan POQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supplier terbaik adalah A4 yaitu PT. MS dengan nilai preferensi sebesar 0,93, sehingga direkomendasikan sebagai supplier utama. Hasil analisis kerugian menunjukkan total kerugian akibat target produksi yang tidak tercapai sebesar Rp91.300.118, terdiri dari kerugian kursi aluminium sebesar Rp36.118.338 dan kursi besi sebesar Rp55.181.780. Hasil peramalan terbaik diperoleh menggunakan metode Moving Average, dengan nilai MAD sebesar 70,37 dan MAPE sebesar 3,902% pada kursi aluminium tipe Hampton DAC, serta MAD sebesar 64,921 dan MAPE sebesar 3,832% pada kursi besi tipe 71 Nest. Hasil MRP menunjukkan bahwa metode Lot For Lot (LFL) menghasilkan total biaya persediaan paling rendah, yaitu Rp32.875.500 untuk kursi aluminium dan Rp29.946.000 untuk kursi besi. Dengan demikian, penerapan evaluasi supplier dan perencanaan bahan baku berbasis MRP dapat membantu perusahaan mengurangi keterlambatan, menekan kerugian, dan meningkatkan kelancaran produksi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Persediaan Bahan Baku, Material Requirement Planning (MRP), Supply Chain Management (SCM), Simple Additive Weighting (SAW), Lost Sales. |
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Industri |
| Depositing User: | 1412200156 Fani Nafianti Putri Farenzy |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:29 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:29 |
| URI: | http://repository.untag-sby.ac.id/id/eprint/47101 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
