Anggoro, Yudha Satrio and Satria, Ahmad Febi Adi (2026) Pengaruh Variasi Rasio Resin Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Bending Pada Komposit Fiberglass WR600. (The Effect of Resin-To-Hardener Ratio Variations on the Tensile and Flexural Strength of WR600 Fiberglass Composites). Undergraduate thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
|
Text
ABSTRAK..pdf Download (7MB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
||
|
Text
BAB 5 DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
lampiran.pdf Download (703kB) | Preview |
|
|
Text
bukti submit.pdf Download (387kB) | Preview |
|
|
Text
bukti turnitin.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio resin dan hardener terhadap sifat mekanik komposit fiberglass WR600 yang dibuat menggunakan metode hand lay-up. Variasi rasio resin dan hardener yang digunakan yaitu 60:40, 65:35, 70:30, 75:25, dan 80:20 dengan empat lapis serat fiberglass WR600 serta proses curing pada suhu kamar selama 24 jam. Pengujian sifat mekanik dilakukan melalui uji bending mengacu pada ASTM D790-03 dan uji tarik mengacu pada ASTM D3039. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi matriks terhadap kekuatan mekanik komposit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio resin dan hardener berpengaruh terhadap kekuatan mekanik komposit. Pada pengujian bending, rasio 70:30 menghasilkan nilai rata-rata bending tertinggi sebesar 335,06 MPa, sedangkan rasio 80:20 menghasilkan nilai terendah sebesar 242,56 MPa. Pada pengujian tarik, rasio 65:35 menunjukkan performa terbaik dengan nilai tegangan tarik sebesar 237,23 MPa, regangan sebesar 18,15%, dan kemampuan deformasi yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya. Pengamatan makro terhadap patahan spesimen bending menunjukkan mekanisme kegagalan berupa compression failure, matrix cracking, dan delamination, sedangkan pada spesimen tarik ditemukan kegagalan berupa retak matriks, putusnya serat (fiber fracture), dan delamination. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi resin dan hardener yang seimbang menghasilkan proses curing yang lebih optimal sehingga meningkatkan kualitas ikatan antara matriks dan serat, yang berdampak pada peningkatan kekuatan lentur maupun tarik komposit fiberglass WR600.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komposit fiberglass WR600, resin epoksi, hardener, hand lay-up, uji bending, uji tarik. |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Mesin |
| Depositing User: | 1422200059 Yudha Satrio Anggoro |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:24 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:24 |
| URI: | http://repository.untag-sby.ac.id/id/eprint/47925 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
