REDESAIN TAMAN REMAJA SURABAYA DI SURABAYA SEBAGAI TEMPAT PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL

ASHADI, NUR IMAN (2018) REDESAIN TAMAN REMAJA SURABAYA DI SURABAYA SEBAGAI TEMPAT PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (836kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (9MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (345kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (286kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (714kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sudah menjadi salah satu hal yang penting bagi kehidupan manusia, dimana kegiatan rekreasi merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Misalnya di Surabaya, kota pahlawan tersebut memiliki tempat wisata tertua yaitu Taman Remaja Surabaya (TRS), tetapi seiring berkembangnya zaman tempat tersebut mulai ditinggal oleh peminatnya. Pemkot Surabaya menganggap TRS merugi sehingga memutuskan untuk tidak meneruskan kontrak dengan PT. STAR dan mengambil alih pengelolaan. Pemkot Surabaya juga telah menganggarkan dana APBD tahun 2017 sebesar Rp 11 miliar, yang rencananya akan digunakan untuk pengembangan lahan TRS. Anggota Komisi C DPRD Vinsensius mengatakan, “informasi yang ia terima, TRS bakal diintegrasikan dengan THR sebagai lokasi pentas kesenian, budaya, dan pusat UMKM” (Surya.co.id). Tetapi seiring perkembangan zaman serta tuntutan remaja sekarang yang cenderung memilih sesuatu yang lebih modern menjadikan budaya lokal tersebut menjadi sesuatu yang kuno. Untuk itu perlunya me-redesain Taman Remaja Surabaya agar dapat menjadi wadah bagi masyarakat khususnya remaja untuk ikut terlibat dalam mempertahankan serta mengembangkan budaya lokal sesuai dengan zamannya. Cara yang dipakai untuk menyelesaikan permasalahan diatas dimulai dari pengumpulan data dari dinas yang terkait, dan tempat proyek tersebut. Setelah itu melakukan studi literature dan studi banding dengan obyek yang sejenis. Dari data yang ix terkumpul dan hasil studi yang dilakukan, selanjutnya menetapkan konsep dasar yang akan dipakai pada proyek tersebut. Setelah konsep dasar ditetapkan, selanjutnya melakukan analisis ruang, bangunan dan menetapkan konsep arsitektural. Dari hasil konsep dasar dan konsep arsitektural, selanjutnya menentukan ide bentuk dan terakhir penerapannya pada proyek. Dari hasil pembahasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pentingnya bagi para remaja untuk ikut melestarikan budaya lokal, sehingga perlunya wadah bagi remaja untuk melestarikan budaya lokal tersebut dengan caranya sendiri dan sesuai dengan zamannya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pengelolaan,Pengembangan Budaya lokal
Subjects: T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Depositing User: 145539 dian andi lesmana
Date Deposited: 06 Mar 2018 13:14
Last Modified: 06 Mar 2018 13:14
URI: http://repository.untag-sby.ac.id/id/eprint/116

Actions (login required)

View Item View Item