Noval, noval (2026) Komersialisasi Pesantren dalam Representasi Relasi Santri-Kiai: Analisis Wacana Kritis Van Dijk pada Xpose Uncensored TRANS7. Masters thesis, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (921kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (32kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (107kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (54kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (417kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (12kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (17kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
JURNAL TURNITIN.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan wacana komersialisasi pesantren dalam representasi relasi santri-kiai pada tayangan Xpose Uncensored TRANS7 edisi 13 Oktober 2025. Penelitian ini didasarkan pada persoalan representasi simbol budaya pesantren dalam ruang televisi, khususnya adegan cium tangan santri kepada kiai yang disertai pemberian amplop. Dalam budaya pesantren, cium tangan berkaitan dengan adab, ta’dzim, penghormatan kepada ilmu, sanad keilmuan, dan pencarian barakah. Akan tetapi, ketika simbol tersebut disandingkan dengan tanda-tanda material, relasi santri-kiai berpotensi direpresentasikan sebagai relasi transaksional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis dan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang meliputi struktur teks audiovisual, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data utama penelitian berupa tayangan Xpose Uncensored TRANS7, sedangkan data pendukung berupa dokumen regulasi, pemberitaan, respons organisasi keagamaan, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan tersebut mengonstruksi relasi santri-kiai melalui tema materialitas dan montase asosiatif. Voice over, caption, lower third, panah, sisipan harga, pengulangan gambar, serta ketidaksinkronan gambar dan suara menyandingkan praktik penghormatan dengan amplop, kendaraan, kekayaan, keuntungan keluarga, dan barakah. Pada dimensi kognisi sosial, organisasi teks memungkinkan rekonstruksi model peristiwa yang memosisikan kiai sebagai penerima penghormatan sekaligus manfaat material, sedangkan santri atau umat diposisikan sebagai pihak yang tunduk dan memberi. Model tersebut merupakan struktur pengetahuan yang diinferensikan dari teks, bukan bukti mengenai pikiran aktual produser. Pada dimensi konteks sosial, logika industri televisi dan kuasa media dalam memproduksi makna memungkinkan wacana tersebut tersebar luas dan memunculkan perdebatan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komersialisasi pesantren dalam tayangan tersebut merupakan konstruksi diskursif media, bukan bukti faktual mengenai praktik komersialisasi di pesantren.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komersialisasi pesantren, relasi santri-kiai, Analisis Wacana Kritis, Van Dijk, representasi media, Xpose Uncensored. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | 1182400011 Noval Noval |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 03:17 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 03:17 |
| URI: | http://repository.untag-sby.ac.id/id/eprint/47821 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
